DEAR: Mananda Rizki dan Riga Pratama
DEAR: Mananda Rizki dan Riga Pratama

DEAR: Mananda Rizki dan Riga Pratama

DEAR: Kolaborasi antara Mananda dengan Rizi dan Riga Pratama yang
berjudul ‘Dear’ ini berbuah video klip setelah bekerjasama dengan Spasi Creative. Lagu
mereka ini sebenarnya menceritakan tentang sebuah kisah cinta remaja yang sedang
berbunga saat proses pendekatan. Namun di video klip kali ini, kisahnya sangat
berbanding terbalik, yakni dengan mengisahkan seorang wanita yang ditinggal pergi
oleh kekasihnya untuk selamanya.
Ide yang muncul tiba-tiba ini lahir dari sutradara video klip ‘Dear’, Krisna Aditya. Ia
merasa bahwa lagu ini cukup memberikan nuansa “mengenang” baginya dan Krisna
pun membayangkan jika ‘Dear’ sejatinya juga dapat membawa pendengar untuk
mengenang seseorang yang telah pergi. Sebagai seorang sutradara, Ia pun akhirnya
menulis rangkaian cerita yang sesuai untuk menerjemahkan apa yang ada di benaknya.
“Terkadang yang senang-senang tuh hanya hingar-bingar semata, cuman, ya aku ingin
mengingatkan diriku sendiri terhadap hal yang buruk pun harus dipikirkan. Lagu ‘Dear’
ini sebenarnya cukup mempunyai vibe sedih sih saat aku mendengarnya. Aku
kebayang aja gitu kalau cerita dari lagu aslinya aku balik 180 derajat bakal seperti apa,”
tutur Krisna.
Lanjutnya, bersama dengan production house bernama Spasi Creative milik Krisna
Aditya yang dijalankan bersama Hyoga D. Murti, yang juga sebagai produser di video
klip ini, Beberapa musisi lokal di Yogyakarta pun juga pernah berkolaborasi dengan
mereka, di bawah naungan Spasi Creative, seperti: Gie, Jogja Blues Forum, Moamarx
and The Black Wind, dan lain-lain. Menariknya, walau kiprahnya Spasi Creative sebagai
production house belum jauh, pengalaman pribadi mereka sebagai profesional di
kancah visual dan videografi pun tidak diragukan lagi, dengan berbagai proyek besar
yang pernah ditangani, salah satunya sebagai sutradara dan produser video
dokumenter Tur Bayangan milik Hindia.

baca juga : MuSigPro TikTok Challenge

Proses produksinya pun terbilang cukup unik karena seluruh persiapan hingga
eksekusinya memakan waktu yang sangat singkat, yakni kurang dari 24 jam. Seluruh
proses itu pun mencakup dari penulisan cerita, pemilihan talent, bedah plot, hingga
eksekusi. Hyoga mengungkapkan, “Sejujurnya aku rindu banget berproses yang
dadakan, kayak gas-gas aja gitu tapi dengan perhitungan yang presisi. Sedangkan
selama ini kalau kami berkata gas dulu tuh biasanya tanpa perhitungan yang jelas. Aku
yakin, menjalankan produksi dengan tempo yang cepat dengan ketepatan dan efisiensi
kerja yang tinggi itu sangat mungkin dijalankan,” Krisna pun menambahkan, “Produksi
kali ini menjadi tantangan banget buat aku dan Hyoga dari nulis cerita dan persiapan di
bawah 6 jam, karena ada kesempatan, preparing by doing itu sesuatu banget tapi
mungkin, hahaha.”

Dear: Mananda Rizki & Riga Pratama
Dear: Mananda Rizki & Riga Pratama

Untuk talent di video klip ini, Hyoga dan Krisna menyerahkan kepada Mananda untuk
memilih pemerannya. Kemudian ia mengajak temannya Safirra Hasna Wigati dan Riga
Pratama. “Aku merasa mereka berdua cukup cocok untuk menjadi talent di sini,
mengingat mereka berdua juga saling kenal dan Riga sebagai penyanyi di lagunya pun
cukup mengerti bagaimana perasaan dan energi yang harus dicurahkan dalam
perannya,” ujar Mananda. Ia pun menambahkan, “Walau Safirra ini belum pernah
mempunyai pengalaman untuk tampil di hadapan kamera, tapi ia melakukannya
dengan sangat baik dan di luar ekspetasiku sih.”
Bermodalkan semangat kolektif, dengan tim produksi dan talent yang berjumlah 5
orang, video klip ini akhirnya selesai digarap di bawah 20 jam. Kini, video klip ‘Dear’
dapat disaksikan oleh pemirsa di kanal YouTube milik Mananda. Selamat menyaksikan!
Mananda, Rizi, Riga Pratama – Dear (Official Music Video): https://youtu.be/tmtIgoXP3C8

Bagaimana lagunya sob? kirim komentarmu dibawah ya agar kita bisa terus memperbaiki diri.

Indomangga
As the Internet of Things Enthusiast, I enjoy taking complex problems and turning them into simple logic strategies. Nothing brings me more pleasure than making something out of nothing, even when the results are far from my ideal expectations (Indomangga)